LINGKUNGAN KUCING
Maksud hati melewatkan pagi dengan duduk sembari menyeruput kopi di taman kecil di halaman rumah. Apa daya, kesenangan itu diusik bau tak sedap. Duh, ”hadiah” dari si meong kucing yang mana lagikah ini?
Bukan kejutan lagi bagi penghuni kompleks mendapati kotoran ataupun urine kucing di sekitar rumahnya. Ulah si jingga, si belang telon, si bulu lebat montok, si coklat dengan luka di telinga, atau yang bermata biru dengan sebagian bulu di badannya mengelupas. Entahlah. Terlalu banyak tersangkanya.
Kucing, ya, di mana-mana sekarang memang banyak kucing.
Di permukiman, sulit membedakan si pus yang berkeliaran itu benar-benar liar atau peliharaan seseorang yang sudah bosan. Kucing berbulu bagus tetapi lusuh dengan kalung kotor di leher kian sering mondar-mandir tak jelas siapa tuannya. Kucing-kucing itu makan dari belas kasihan penghuni kompleks yang menyediakan makanan khusus setiap harinya. Juga di depan rumah mereka.
Sebagian orang sebenarnya sangat menerima keberadaan kucing di sekitarnya. Banyak yang terb
https://www.kompas.id/artikel/kucing-di-mana-mana-ada-kucing

Komentar
Posting Komentar